Jumat, 24 April 2015

MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN

INSTRUMEN PENILAIAN KOMPETENSI SIKAP MATA PELAJARAN PAI DI MTS/SMP

I.                   PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sikap bermula daru perasaan(suka atau tidak suka) yang berkaitan dengan kecendurungan seseorang dalam merespon sesuatu atau objek. Sikap juga sebagaia ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang, tetapi tidak semua tindakan identik dengan sikap.Perbuataan seseorang mungkin saja bertentangan dengan sikapnya.Sikap memiliki tiga ranah; kognitif, afektif, dan konatif.Ketiga ranah tersebut merupakan karakteristik manusia sebagai hasil belajar dalam bidang pendidikan.[1]
Sikap menentukan keberhasilan belajar seseorang. Orang yang tidak memiliki minat dalam belajar tertentu, ia akan kesulitan menerima atau memahami pelajaran itu. Oleh karena itu, guru harus dapat membangkitkan sikap berupa minat siswa dalam belajar.Selain itu, ikatan emosional sering diperlukan membangun semangat kebersamaan, persatuan, nasionalisme, dan lain sebagainya.Untuk itu semua dalam merancang program pemeblajaran satuan pendidikan harus memperhatikan ranah afektif.
Penilaian kompetensi sikap sangat penting untuk dilakukan, bahkan dalam kurikulum 2013 sikap menjadi kompetensi inti(KI); KI-1 untuk sikap spiritual, KI-2 untuk sikap sosial. Oleh karena itu, pada pembahasan makalah kali ini, pemakalah akan membahas tentang Intrumen Penilaian Kompetensi Sikap pada mata pelajaran Akidah-Akhlaq di MTS kelas VIII.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Mata pelajaran Akidah-Akhlak (Akhlak Terpuji) ?
2.      Bagaimana Intrumen Penilaian ?

II.                PEMBAHASAN
1.      Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Mata pelajaran Akidah-Akhlak (Akhlak Terpuji)
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator
Membiasakan prilaku terpuji
1.      Menjelaskan pengertian  Ikhlas dan Tanggung Jawab
2.      Menampilkan prilaku Ikhlas dan Tanggung Jawab
3.      Membiasakan prilaku Ikhlas dan Tanggung Jawab
1.      Menjelaskan pengertian Ikhlas dan Tanggung Jawab
2.      Membiasakan diri untuk bersyukur karunia dari Allah.
3.      Menujukan prilaku peduli terhadap sesama
4.      Mempraktikan Ikhlas dan Tanggung Jawab dalam keseharian


2.      Intrumen Penilaian
A.    Observasi
Observasi merupakan tehnik penilaian yang dilakuakn secara berkesinambungan dengan menggunakan indra, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman atau lembar observasi yang berisi sejumlah indikator prilaku atau aspek yang diamati.
1)      Kisi-kisi intrumen observasi
Variabel
Indikator
Nomor butir
Sikap siswa dalam penerapan akhlak terpuji
a.       Mempraktikan sikap tanggung jawab dan ikhlas
1,2
b.      Merasa senang bertindak tanggung jawab dan ikhlas
3,4
c.       Frekuensi melakukan perbuatan tanggung jawab dan ikhlas
5

2)      Hal yang Diperhatikan dalam Aspek Observasi
Dalam menentukan aspek yang diobservasi harus memperhatikan hal-hal berikut :
1)      Aspek yang diamati harus tampak atau muncul dalam suatu aktivitas tertentu. Contoh; aspek kerjasama dalam melaksanakan tugas;
2)      Aspek yang diamati hendaknya terukur, yang dimaksud terukur yakni, terdapat indikator pencapaian kompetensi dalam setiap aspek penilainnya;
3)      Aspek yang diamati hendaknya tidak memilki multi tafsir (menggunakan kata kerja opresional).[2]

MATA PELAJARAN                        : Akidah-akhlak
SEKOLAH                             : MTS NU Babat
KELAS                                   : VIII
TAHUN PELAJARAN         : 2013
NAMA SISWA                      : Anikotus Soimah
NO
Aspek yang diamati
Kategori
Keterangan
Baik
Cukup
Kurang
1
membaca doa sebelum dan sesudah makan/minum




2
Sikap menyimak penjelasan guru




3
Menghargai pendapat/usul yang disampaikan orang lain




4
Bertanggung jawab dalam kelompok




5
Kesantunan dalam memberikan pendapat




1.1.Contoh Tabel Observasi penilain Sikap

NO
Nama
Prilaku (skor 1-5)
Skor perolehan
nilai
Bekerja sama
Berinisiatif
Penuh perhatian
Bekerja sistematis
1
Anik
4
5
4
4
17
77
2
faiz
4
4
3
3
14
70
3
Qisty
3
5
4
4
16
80
4
Sofi
5
4
3
5
17
77
5
Dst.






1.2.Contoh Tabel Observasi penilain Sikap
Dari aspek diatas kita dapat menghitung nilai akhirnya atau hasilnya;
Nilai Akhir =
Contoh nilai sikap Anik dalam Akidah-Akhlak;
Nilai Akhir =  = 77
Konfersi skala 4[3] :
=3,08 (B)
Keterangan penilaian :
1.      Nilai 91-100         : amat baik (AB)
2.      Nilai 81-90           : baik (B)
3.      Nilai 71-80           : cukup(C)
4.      Nilai 60-70           : kurang (K)
Maka, disimpulkan nilai sikap Anik cukup baik.
B.     Penilaian Diri
Penilain diri merupakan tehnik penilaian dengan cara meminta peserta didik mengemukakan kelebihan dan kekukurangan dirinya.
1)      Kisi-kisi intrumen penilaian diri
Variabel
Indikator
Nomor butir
Sikap siswa dalam penerapan akhlak terpuji
a.       Mempraktikan sikap tanggung jawab dan ikhlas
1,2
b.      Merasa senang bertindak tanggung jawab dan ikhlas
3,4
c.       Frekuensi melakukan perbuatan tanggung jawab dan ikhlas
5

Instrumen Penilaian sikap siswa dalam pembelajaran Akidah-Akhak
Petunjuk;
1.      Pengisian instrument ini tidak memperngaruhi nilai anda
2.      Pilihlah jawaban pernyataan dibawah ini dengan cara memberi tanda silang/cek pada kolom yang dianggap paling sesuai dengan criteria sebagai berikut;
TS=tidak setuju                 S=setuju
KS=kurang setuju             SS=sangat setuju
NO
Pernyataan
TS
KS
S
SS
1
Saya mememukan uang dijalan, dibelikan jajan




2
Membelikan oleh-oleh dengan tujuan punya teman banyak




3
Saya selalu tepat waktu pergi kesekolah




5
Saya selalu menolong orang lain, karena kasihan




6
Jika ada ulangan saya mempersiapkan diri




1.3.Contoh Tabel Penilaian Diri
Kemudian diberi scoring, sebagai berikut:
a)      Bila menjawab pernyataan positif dengan jawaban SS, maka skornya 4, tapi bila pernyataan negatif dengan jawaban SS, maka skornya 1;
b)      Bila menjawab pernyataan positif dengan jawaban S, maka skornya 3, tapi bila pernyataan negatif dengan jawaban S, maka skornya 2;
c)      Bila menjawab pernyataan positif dengan jawaban KS, maka skornya 2, tapi bila pernyataan negatif dengan jawaban KS, maka skornya 3;
d)     Bila menjawab pernyataan positif dengan jawaban TS, maka skornya 1, tapi bila pernyataan negatif dengan jawaban TS, maka skornya 4;
e)      Kemudian lakukan perhitungan sebagaimana yang telah dijelaskan pada instrument sebelumnya (observasi).

C.     Penilaian Teman Sejawat
Merupakan tehnik penilaian untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi sikap baik spiritual atau sosial dengan cara meminta peserta didik menilai satu sama lain.[4]
Contoh penilaian sejawat menggunakan angket[5];

Nama siswa yang dinilai   : Anikotus Soimah
Siswa yang menilai           : Azizah
Mata pelajaran                   :akidah-akhlak
Sekolah                             : MTS NU Babat
Standar Kompetensi         :
Meghargai dan menghayati prilaku tolong menolong, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan dalam jangkauan pergaulan dan keberadaan.
Kompetensi dasar :
Menujukan prilaku disiplin, taat, peduli(gotong royong, menolong) dengan kesadaran sendiri dalam aktivitas sehari-hari.
Kompetensi yang dinilai   : sikap dalam bekerja sama mengerjakan tugas dan sehari-hari dalam    kelas
Hari/Tanggal penilaian      : Kamis, 29 Agustus 2013
Tema penilaian      : prilaku Tanggung jawab dan Ikhlas dalam Kelas


NO
Pernyataan
Muncul/dilakukan
Ya
Tidak
1
Mengerjakan / menyelesaikan tugas dengan kemampuan sendiri
v

2
Berbagi ilmu tanpa merendahkan orang lain

V
3
Bekerja sama dengan teman pada diskusi
v

4
Membelikan jajan agar banyak teman

V

Catatan :
a)      Bila menjawab pernyataan positif dengan jawaban ya, maka skornya 1 dan menjawab tidak skornya 0;
b)      Bila menjawab pernyataan negatif dengan jawaban ya, maka skornya 0 dan menjawab tidak skornya 1;
c)      Kemudian lakukan perhitungan sebagaimana yang telah dijelaskan pada instrument sebelumnya.

D.    Penilaian Jurnal
Penilaian jurnal merupakan penilain yang didasarkan pada catatn guru di dalam dan diluar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan siswa yang berkaitab dengan sikap dan prilaku.[6]

BUKU CATATAN HARIAN
TENTANG SIKAP DAN PERILAKU PESERTA DIDIK
(MTS NU BABAT)
Mata pelajaran             : Akidah-akhlak
Kelas                           :VIII
Tahun ajaran                : 2013/2014
Nama guru                  : Rialita Nur Faizah, MP.d
                                    BABAT, 2013
Contoh isi buku catatan harian memalui pengamatan guru :
NO
Hari/Tanggal
Nama Peserta Didik
Kejadian(positif atau negative)
Tindak lanjut
1
Kamis, 19/08/2013
Imam Mughnil
Mengumpulkan tugas tepat waktu
Diberikan apresiasi
2
Senin, 26/08/2013
Nurul Qomariyah
Selalu membantu teman yang kurang paham pelajaran
Diberikan apresiasi
3
Rabu, 28/08/2013
Ilyas Nurfouzan
Tidak mengerjakan piket membersihkan kelas
Diberikan pembinaan
4
Senin, 2/09/2013
Alfina Zulfa
Mengerjakan PR di kelas
Diberikan pembinaan
5
Kamis, 5/09/2013
Indana Zulfa
Acuh terhadap teman yang meminta bantuan
Diberikan pembinaan
Kemudian lakukan scoring dan penilaian sama seperti pada interumen observasi.
III.             PENUTUP
A.    SIMPULAN
        Dalam makalah di atas menjelaskan tentang  mengembangkan sikap berupa minat siswa dalam belajar dengan menggunakan Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Mata pelajaran Akidah-Akhlak (Akhlak Terpuji). Standar kompetensinya berisi tentang membiasakan perilaku terpuji, dan kompetensi dasarnya berisi tentang menjelaskan, menampilkan dan membiasakan sikap iklas dan tanggung jawab.Sedangkan indikatornya berisi tentang menjelaskan, membiasakan, menunjukkan, serta mempraktikan sikap iklas dan tanggung jawab.
     Dalam mengembangkan sikap minat siswa dalam belajar ini menggunakan instrument penelitian melalui: observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat, dan penilaian jurnal.

B.     SARAN
demikianlah makalah ini kami sampaikan. Kami sadar bahwa karya tulis ini belum sempurna baik dari segi penulisan maupun materi yang disampaikan. Oleh karena itu kami berharap akan kritik dan saran dari pembaca  untuk kemajuan dan perbaikan makalah berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca. Amiin…



[1] Kunandar, Penilaian Autentik(Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013) (Jakarta, Rajawali Pers, 2004)Ed. Rev, Cet. 3, Hlm. 104
[2] Kunandar, Penilaian Autentik…Hlm.124
[3] Berdasarkan banyaknya peserta didik
[4]Kunandar, Penilaian Autentik…Hlm.144
[5]Autentik.
[6]  S. Eko Putro Widoyoko, Penilaian Hasil Pembelajaran di Sekolah (Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2014) hlm. 88

Kamis, 03 Juli 2014

MEMILIH JUDUL SKRIPSI

NAMA: QISTHI NUR HIDAYAH
NIM: 133311005
KELAS: KI 2A
DOSEN PENGAMPU: M. RIKZA CHAMAMI, MSI
TUGAS: MEMILIH SALAH SATU JUDUL SKRIPSI DARI 3 JUDUL YANG ADA
Di Perpustakaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan saya menemukan 3 judul skripsi, yaitu:
1. JUDUL SRIPSI: Manajemen Pendidikan Islam Non Formal (studi pada pengajian ahad pagi bersama (PAPB) Pedurungan Semarang)
PENULIS : M. Khoirul Anam
NIM : 06331104
TAHUN : 2011

2. JUDUL SKRIPSI : Peran Kepala Madrasah Dalam Manajemen Pendidikan Islam
PENULIS : Marohah
NIM : 073111570
TAHUN : 2009 

3. JUDUL SKRIPSI : Strategi Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik Di SDI Hidayatullah Semarang
PENULIS : Azimatul Ulya
NIM : 63311037
TAHUN : 2010

Dari ketiga judul di atas, saya lebih tertarik pada judul skripsi yang pertama yaituManajemen Pendidikan Islam Non Formal (studi pada pengajian ahad pagi bersama (PAPB) Pedurungan Semarang)”. saya tertarik pada judul tersebut karena dengan adanya manajemen pendidikan non formal, maka pendidikan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta tidak akan tertinggal jauh dengan pendidikan formal. Setidaknya dengan adanya manajemen dalam pendidikan non formal dapat mengimbangi pendidikan yang formal terutama pendidikan Islam seperti pengajian.
Dari judul yang semula, saya akan menggantinya dengan judul “Manajemen Pendidikan Non Formal (studi pengajian ahad pagi bersama (PAPB) Magelang”.
1.      LATAR BELAKANG
Manajemen adalah suatu hal penting yang menyentuh, mempengaruhi dan merasuki seluruh aspek kehidupan. Dengan manajemen manusia mampu mengenali kemampuan, kelebihan, dan kekurangannya. Manajemen juga menunjukkan cara-cara yang lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. Manajemen dapat mengurangi hambatan-hambatan dalam rangka pencapaian suatu pekerjaan.
Manajemen sebagai pengendalian suatu usaha yaitu proses penggerakan serta bimbingan pengendalian semua sumber daya manusia dan sumber materiil dalam kegiatan pencapaian tujuan organisasi. Dengan demikian manajemen memungkinkan terjadinya perpaduan dari semua usaha dan kegiatan. Tujuan organisasi menciptakan kerjasama yang baik demi kelancaran efktifitas kerja.
Pentingnya suatu manajemen disebabkan manajemen perlu untuk kemajuan dan pertumbuhan. Manajemen mengakibatkan pencapaian tujuan secara teratur. Manajemen dibutuhkan oleh setiap kerjasama sekelompok orang dalam pembagian kerja tugas dan tanggung jawab.
Sedangkan dalam pendidikan Islam, manajemen pendidikan juga sangat diperlukan. Apalagi Islam adalah agama dakwah, artinya agama yang selalu membina umatnya untuk senantiasa melakukan kegiatan dakwah, walaupun itu hanya satu ayat. Kegiatan dakwah tersebut biasanya terlaksana di masjid-masjid. Karena sekarang perkembangan teknologi sudah sangat maju, maka kurang efktif dan efisien jika hanya berdakwah di masjid-masjid. Dakwah jugadapat dilakukan di sosial media sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.
Pendidikan non formal yang banyak ditemukan dalam masyarakat, adalah pengajian. Pengajian yang dilakukan itu kebanyakan diikuti oleh orang dewasa apalagi yang sudah lanjut usia. Dan hanya sedikit anak kecil dan remaja. Sebenarnya dengan diadakannya pengajian itu dapat menambah wawasan seseorang tentang pendidikan Islam. Juga dapat memperkuat iman dan ketakwaan seseorang serta dapat memberikan nasehat kepada orang yang membutuhkan utuk memperoleh kebenaran, sehingga memproleh ridho Allah SWT.
Sedangkan di daerah Magelang pengajian-pengajian tersebut masih kurang dinamis dan belum menyeluruh ke semua kalangan. Serta manajemen pendidikn Islam nya juga masih kurang memadai. Maka dari itu, saya tertarik untuk mengambil judul skripsi ini karena kurangnya pengetahuan Islam dalam masyarakat tersebut serta pentingnya manajemen pendidikan dalam pendidikan Islam.

2.      RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas, dapat diambil beberapa rumusan masalah antara lain :
1.      Bagaimana manajemen kegiatan dalam Pengajian Ahad Pagi Bersama (PAPB) di Magelang?
2.      Apa yang harus dilakukan untuk dapat mengembangkan minat masyarakat Magelang terhadap pendidikan Islam?
3.      Apa saja fakor-faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaan pengajian tersebut?


REVIEW BOOK

Nama: Qisthi Nur Hidayah
Kelas: KI 2A
NIM: 133311005
Tugas: REVIEW BOOK
Dosen Pengampu: M. Rikza Camami, M.Si.

ISLAM DI TENGAH ARUS MODERNISASI (Pembaharuan dalam ranah Pendidikan Islam)
Judul buku        : Neomodernisme (Telaah Pemikiran Fazlur Rahman)
Penulis             : M. Rikza Chamami, M.Si.
Editor              : Abu Rokhmad
Penerbit           : Walisongo Press
Tahun Terbit    : Juli, 2010
ISBN               : 978-602-97346-6-9
Tebal               : 15x21cm
Penulis buku ini bernama M. Rikza Chamami, kelahiran 20 Maret 1980 di Krandon kota Kudus, yang terlahir dari pasangan Chamami Tholchah dan Masfiyah. Latar belakang pendidikan beliau dimulai dari TK dan SD di Nawa Kartika kota Kudus. Beliau kembali menjadi siswa MI kelas 5 di Madrasah Qudsiyyah Kauman Kudus setelah tamat SD. Setelah tamat dari MI, beliau melanjutkan pendidikannya di MTs dan MA pada almamater yang sama, selain pendidikan formal, beliau juga menempuh pendidikan non-formalnya di Madrasah Mu’awanatul Muslimin Kudus, pondok Pesantren Darunnajah Jrakah Tugu Semarang dan kursus Bahasa Inggris di LBPP LIA.
Beliau menempuh program S.1 di IAIN Walisongo jurusan Kependidikan Islam (KI) sekarang berubah nama menjadi Manajemen Pendidikan Islam dan Program Minor Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Beliau dapat menyelesaikan S.1 dengan predikat lulusan terabik di jurusan Kependidikan Islam dan skripsi yang beliau susun dengan tebal halaman 260 tersebut juga mendapat penghargaan sebagai Skripsi Terbaik dalam Pulsit Award.
Kemudian beliau melanjutkan S.2 di almamater yang sama, dan dalam waktu 2 tahun beliau berhasil menyandang gelar Master Studi Islam dengan predikat cumlaude dan kembali di nobatkan sebagai mahasiswa terbaik S.2 Program Studi Pendidikan Islam. Beliau saat ini aktif sebagai Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.
Kegiatan ilmiah dalam bentuk karya tulis selalu aktif dilakukannya. Sebelum menjadi dosen, beliau sudah aktif menulis di beberapa media, seperti: Suara Merdeka, Radar Kudus, Solo Pos, Wawasan, Barometer, Koran SINDO, Majalah Edukasi, Majalah Al Mihrab, Majalah Ma’arif dan jurnal-jurnal ilmiah. 
Buku ilmiah yang dihasilkan antara lain: demi IPNU (Aneka Ilmu Semarang, 2003), Mengendalikan “Syahwat Politik” Kiai NU (Aneka Ilmu Semarang, 2004), Pendidikan Kaum Sarungan (IPNU Press, 2009), Pendidikan Neomodernisme: Telaah Pemikiran Fazlur Rahman (Rasail Semarang, 2010), Inspirasi Spirit Isra Mi`raj Rasulullah SAW (Mubarok Press Kudus, 2011), Studi Islam Kontemporer (Pustaka Rizki Putra, 2012), Kyai Tanpa Pesantren: Potret Kyai Kudus (Gama Media, 2013) dan Pendidikan Sufistik: Mengungkap Tarekat Guru-Murid (Pustaka Rizki Putra, 2013). Buku-buku ilmiah yang pernah ia edit antara lain: Mengatur Media Penyiaran: Problem dan Dinamika (Editor, KPID Press: 2006), Guru Besar Bicara: Mengembangkan Keilmuan Pendidikan Islam (Editor, Rasail Semarang, 2010) dan Peningkatan Integritas Birokrasi: Arah Baru Disiplin Pegawai (karya Prof. Abdurrahman Masu’ud, Ph.D, Puslitbang Kemenag RI, 2012).
            Saya mengambil judul Pendidikan Neomodernisme: Telaah Pemikiran Fazlur Rahman (Walisongo Pres, 2010), sebagai buku yang akan saya review. Salah satu buku ilmiah karya M. Rikza Chamami yang merupakan skripsinya untuk memperoleh gelar S.1 di IAIN Walisongo Semarang. Sebuah buku hasil telaah dari pemikiran Fazlur Rahman sebagai Bapak Neomodernisme Islam, karena beliau merupakan pencetus gagasan neomodernisme ini, beliau yang memiliki kepedulian sangat tinggi terhadap pembaharuan di sektor pendidikan.
Fazlur Rahman (1919-1988) yang dilahirkan dikeluarga yang menganut madzhab Hanafi, salah satu madzhab sunni yang mempunyai watak liberal dengan mengandalkan peran akal dan berada di keluarga yang sangat menghargai sistem pendidikan modern , juga turut mempengaruhi pemikiran beliau tentang perlunya pembaharuan pendidikan Islam dan bahkan menjadi fokus utama yang harus dilakukan, karena Islam mengalami problem yang berkepanjangan yakni adanya stagnasi atau kebekuan. Yang ditengarai karena adanya pendapat tokoh agama yang menentang sains an-sich dan filsafat sehingga menolak sains-sains rasional, serta menonjolnya retorika, kefasihan berbahasa, dan teologi yang semakin merugikan kualitas ilmu pengetahuan pada abad pertengahan.
Buku ini menyajikan bagaimana neomodernisme muncul sebagai gerakan keempat pembaharuan Islam yang dipromotori oleh tokoh Fazlur Rahman. Yang tidak lupa penulis juga menjelaskan ketiga gerakan sebelumnya secara jelas, sebagai gambaran untuk bekal pembaca dalam memahami neomodernisme itu sendiri. Kekurangan, dalam penyajiannya penulis banyak menggunakan istilah asing, sehingga menjadikan pemahaman masih dalam perkiraan atau belum benar-benar jelas, dan bahkan ada kalimat asing yang tidak diterjemahkan, sehingga membuat pembaca kurang paham. Tetapi di sisi lain penulis juga membuat fotenote yang memberi pengetahuan lebih bagi pembaca.
Saya mulai tertarik ketika masuk pada bab ketiga, di sini penulis menjelaskan bagaimana perjalanan sang promotor gerakan neomodernisme, bagaimana beliau menghadapi tekanan dari para ulama fundamentalis Pakistan yang merupakan pecahan dari India, yang menolak adanya pemikiran Fazlur Rahman yang modern yang dianggap kontroversi dengan ajaran Islam. Fazlur Rahman yang merupakan keluaran Punjab University Lahore dan universitas ternama Oxford di Inggris yang memandang pendidikan dari dua sisi pendidikan tradisional dan modern. Dan dia menganggap sudah seharusnya pendidikan tradisional mengalami pembaharuan mengikuti perkembangan zaman sehingga pendidikan Islam tidak mengalami ketertinggalan. Pembaharuan yang dikenalkan oleh Fazlur Rahman seorang intelektual muslim yang mencoba untuk mensosilisasikan ide-ide besar di tengah modernisasi adalah pembaharuan pendidikan yang tetap berkiblat pada ajaran Al Quran dan Sunnah. Yang disini Al Quran sebagai sumber inspirasi pendidikan tidak hanya ditafsirkan secara tekstual, tapi juga dimaknai secara kontekstual.

Saya sangat puas dan dapat memahami buku ini. Penulis sangat pandai dalam menuliskan kata-kata tersebut sehingga membuat rasa penasaran ini terjawab. Ada juga kesalahan penulis dalam hal pengetikan, namun tidak menjadi sebuah masalah karena dapat tertutup oleh rasa puas saya dalam membaca buku ini.